Sabtu, 30 Mei 2009

Sampah??!!!!! Ckckckckckck


Dalam beraktivitas sehari-hari, kita pasti mengeluarkan sampah. Dari pagi hari saat sarapan hingga malam kita akan pergi tidur. Sampah yang kita hasilkan tidak hanya berasal dari makanan serta bungkusnya, tapi juga dari berbagai aktivitas yang kita lakukan. Ada sampah kertas, botol/gelas plastik, kantong plastik, kaleng, dsb.
Selain itu,benda-benda yang biasa kita gunakan seperti baju,tas,sepatu,kacamata bahkan mobil pada akhirnya akan menjadi sampah. Lucunya kita berpikir jika sampah sudak kita buang berate masalah selesai. Setelah sampah selesai dibuang kita akan menghasilkan sampah lagi. Kita tidak berpikir apa yang akan terjadi setelah sampah itu kita buang,apakah langsung hilang setelah kita buang jauh.Apa jadinya jika kita terus mennghasilkan sampah? Akankah lahan yang disediakan akan mampu menampung sampah dari jutaan manusia?
Di berbagai kota besar di Indonesia,sampah bisa menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak ke permukaan yang akan menimbulkan masalah bagi penduduk Seperti saat banjir dating karena meluapnya aliran sungai yang tersumbat oleh tumpukan sampah. Atau saat TPA setempat sudah tidak lagi mampu menampung sampah warga kota,barulah mereka sadar akan keberadaan sampah.
Bermasalahnya pengelolaan sampah disekitar kita bukan sekedar karena keterbatasan teknologi dan ekonomi semata, melainkan lebih pada adanya masalah budaya; kebiasaan lama, perilaku dan pola pandang kita terhadap sampah yang tidak benar dan harus dirubah. Untuk itu perlu adanya usaha dari kita semua, untuk merubah kebiasaan lama itu, agar kita dapat menyikapi masalah penanganan sampah dengan baik dan benar.
Membuang sampah sembarangan bagi sebagian masyarakat di Indonesia sudah menjadi kebiasaan yang sulit dirubah. Mereka tidak berpikir ke depan apa yang akan terjadi akibat perbuatan mereka. Padahal sampah bisa membawa dampak buruk bagi kehidupan kita. Saat ditanya,kita pasti akan menjawab bahwa tidak ada tempat sampah,alasan yang klise.
Bila memang benar-benar tak tersedia tong sampah di tempat-tempat umum, sudah pasti kita menunjuk pemerintah. Faktanya, masih banyak tempat belum terdapat tong sampah yang baik dan mengelompokkan jenis sampah. Tidak jarang diberitakan bahwa sampah menggunung di suatu tempat pembuangan akhir (TPA). Padahal, sampah yang terus menumpuk menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca. Ujung-ujungnya, pemerintah akan mengatakan kurangnya dana menjadi kendala. Begitu miskin kah pemerintah kita, sehingga tak mampu mengadakan sarana pengangkutan, pembuangan, dan pengolahan sampah yang memadai?
Bila sampah dibuang secara sembarangan atau ditumpuk tanpa ada pengelolaan yang benar, maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Tumpukan sampah rumah tangga yang dibiarkan begitu saja akan mendatangkan tikus got dan serangga yang membawa kuman penyakit. Lalat hidup dari sisa makanan dan berkembang biak ditempat sampah. Lalat dapat menjadi pembawa utama dari kuman bakteri yang menyebabkan diare karena mudah hinggap di makanan atau peralatan makan. Tikus diketahui dapat membawa penyakit seperti tipus, leptosprirosis, salmonellosis, pes dan lain-lain. Sedangkan serangga dapat membawa berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit disentri dan diare.
Nyamuk akan beranak-pinak di air yang tergenang di sekitar sampah yang tercecer dan dapat menyebabkan malaria bahkan demam berdarah.Binatang yang besar akan senang membuang kotoran di tempat sampah, yang pada gilirannya akan menyumbang pada jalur transmisi kuman yang mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungannya.
Sampah yang dibuang di jalan juga dapat menghambat saluran air yang akhirnya membuat air tidak dapat mengalir, menjadi tempat berkubang bagi nyamuk penyebab malaria. Sampah yang menyumbat saluran air atau got dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, air dalam got yang tadinya dibuang keluar oleh setiap rumah akan kembali masuk ke dalam rumah sehingga semua kuman, kotoran dan bibit penyakit masuk lagi ke dalam rumah.
Kalo sudah parah dan menimbulkan masalah baru kita akan saling menyalahkan dan tidak berpikir masalah sesungguhnya yang menyebabkan bisa sampai terjadi. Tidak ada yang berinisiatif,setidaknya mulailah dari diri sendiri? Benar kan?
KALAU BUKAN KITA? SIAPA LAGI??????
KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI??????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar